PEMASARAN BUKU
PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI
PERTEMUAN KE :21 GELOMBANG : 22
HARI/TANGGAL : 19 NOVEMBER 2021
NARASUMBER : AGUS SUBARDANA , M. M
MODERATOR : Ms. PHIA
PENULIS : ROHAINA YUSMAN
A. PEMBUKAAN
Bismillahirohmanirahim . . .
Materi malam ini dimulai lebih awal karena Narasumber Bapak Agus Subarna, M. M juga akan menjadi narasumber pada acara yang lain. Bapak Agus Subardana. Beliau adalah direktur bagian pemasaran buku, sedangkan moderatornya adalah Miss Phia Sukabumi. Moderator Andal menguasai beberapa bahasa asing seperti bahasa Inggris, Jerman, dan Spanyol. Miss Phia alumni gelombang 20 dan merupakan alumni pertama yang menerbitkan buku hasil resume dalam bahasa Inggris. Semoga bisa memotivasi peserta lainnya.Ms. Phia sebagai moderator membuka materi tepat pukul 18.30 WIB.
"Assalamuaikum Wr. Wb. Selamat Malam, Good Evening, Gütten Nacht. Ladies & Gents of future famous writers from all over Indonesia!" Sambut Ms. Phia membuka pembelajaran malam ini.
tema malam ini adalah "Memasarkan Buku ". Dengan Narasumber yang sangat expert dalam bidang pemasaran, dengan Loads of Experience . terus Ms. Phia lagi. Untuklebih mengenal beliau mari kita sempatkan untuk membaca Profil beliau...
Buku merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan dan sarana utama bagi proses pembelajaran serta sarana penyampaian informasi. Sejak usia dini, anak – anak telah diperkenalkan pada buku dan diajarkan untuk membaca beraneka ragam terbitan buku.
Dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang cerdas dengan minat baca yang tinggi khususnya anak-anak, pemerintah mendorong kegiatan membaca sebagai wujud dukungan dan tindakan nyata dalam membangun budaya membaca sejak dini. Dukungan pemerintah terhadap budaya membaca buku dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap buku, menciptakan peluang usaha bagi pengusaha yang bergerak di bidang penerbitan buku. Banyak orang bercita-cita menulis, menerbitkan buku solo, dan bagi penulis pemula yang baru pertama kali menulis dan menerbitkan buku, terus terang tidak lah mudah untuk menjadikan buku pertama ditulis langsung menjadi buku Best seller.
Awal bulan Maret 2020 sampai sekarang terjadi Pandemik Covid_19 yang melanda negara kita, dan negara-negara diseluruh dunia. Hal ini menjadi berat pada pertumbuhan ekonomi terutama konsumsi, korperasi,sektor keuangan atau UMKM. Dampak pandemi ini dirasakan betul oleh semua sektor tak terkecuali oleh pelaku usaha penerbitan buku. Seperti menurunnya pendapatan dan terganggunya kegiatan usaha dan pelaku usaha penerbitan tersebut. Dampak Penjualan Buku Selama COVID 19 sangat dirasakan betul oleh pelaku usaha bidang Penerbitan Buku .
Dampak yang dialami sebagai pelaku usaha Penerbitan Buku yaitu :
- Jaringan toko buku sebagian besar tutup selama Covid-19. Diawali awal Maret 2020 dan saat ini berlangsung gelombang ke-2 mulai Bulan Mei 2021 sampai Agustus 2021
- Pengunjung ke toko sangat turun drastis karena dibatasi oleh aturan penerintah untuk berkunjung ke toko. Sehingga toko juga merasa sangat menderita sekali karena kekawatiran pengunjung akan tertular Covid. Dan toko sangat sepi walaupun ada batasan waktu berkunjung.
- Penurunan omset toko buku sampai pada 60% hingga 90% selama Covid-19
- Selama Covid-19 Pelaku Usaha Penerbitan Buku mengurangi jumlah judul buku yang terbit, terutama buku baru dan mengurangi distribusi ke toko buku karena Pandemi
- Beberapa penerbit banyak yang gulung tikar atau bangkrut karena dampak Pandemi
- Untuk pemasaran langsung buku kesekolah-sekolah, kantor, perpustakaan, instansi-instansi, perguruan tinggi kurang maksimal dalam menawarkan buku selama Pandemi Covid-19 karena tidak bisa bertatap muka langsung
- Semua pelanggan/konsumen baik dikalangan masyarakat umum, sekolah dan maupun instansi pemerintah mengurangi anggaran pembelian buku dan mengarahkan pada penanganan Covid-19
Strategi penerbitan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek kategori dan unik dilihat dari jenis-jenis buku yang diterbitkan. seperti kategori buku anak, novel, pertanian, perternakan, perguruan tinggi, pengembangan diri dan lain-lain. Dari banyaknya kategori buku ini lah kita mulai memetakan pemasaran buku. Faktor yang mempengaruhi Srategi pemasaran ada dua faktor yaitu:
a. Faktor Mikro meliputi perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat
b. Faktor Makro meliputi demografi, ekonomi, politik, hukum, tehnologi, fisik dan sosial budaya
Strategi pemasaran buku yang telah kami petakan menjadi 2 yaitu
a. Strategi Pemasaran buku serangan udara (On Line )
Pentingnya Tranformasi Digital, dampak pandemik sangat besar pengaruhnya seperti, ditandai dengan minimnya sentuhan fisik, keharusan pengecekan kesehatan dan pergeseran terutama pada industri penerbitan buku. perubahan iini tentu berdampak besar pada tempat bekerja, kegiatan belajar mengajar, kehidupan keluarga, dan aktifitas sosial, Stategi yang utama yang kita pake adalah digital marketing dalam melakukan transfortasi mendasar pada bisnis pemasaran buku ini. Pemasaran menggunakan internet seperti media sosial, marketplace yang tumbuh pesat .
1. Pemasaran buku melalui Internet/media sosial/ web
Untuk penjualan buku lewat Online ini kita harus terus proaktive untuk terus promosi , supaya kita dapat :
- Menyebarkan informasi produk secara masif kepada target pasar potensial
- Mendapatkan konsumen baru dan mempertahankan konsumen yang sudah ada sehingga kesetiaan konsumen terjaga.
- Menjaga kesetabilan penjualan saat kondisi pasar lagi lesu
- Menaikan penjualan dan profit
- Membandingkan dan keunggulan produk dibandingkan dengan pesaing
- Membentuk citra produk dibenak mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan
- Mengubah tingkah laku ( yang kurang minat beli , menjadikan tertarik beli ) , persepsi dan pendapat konsumen.
2. Pemasaran Buku Lewat Komunitas
Kita tentunya punya komunitas masing – masing sesuai dengan kapasitas kita untuk membentuk komunitas dan relasi , maka gunakanlah jaringan komunitas kita untuk sarana promosi dan penjualan buku . Penjualan lewat komunitas akan lebih efektive dan efisien sehingga tingkat keberhasilan nya lebih tinggi penjualan buku yang kita tawarkan. Kuncinya kita harus proaktive komunikasi dan interaksi dengan komunitas serta dapat menjaga integritas pribadi kita.
b. Strategi Pemasaran buku melalui serangan darat ( Of line)
Untuk menguasai seluruh wilayah nusantara ini dalam penetrasi pasar buku , kita harus melakukan pemetaan wilayah dengan membuka cabang tiap kota besar yang potensi pasarnya sangat baik. Kami Penerbit Andi telah mempunyai 90 cabang di kota dari Aceh s.d Papua, dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang tersebut.
Strategi pemasaran buku serangan darat ini kita kelompokkan berdasarkan target pasar yang kita tuju , antara lain :
- Melalui saluran distribusi toko buku secara rutin maka kita perlu memetakan toko buku menjadi tiga jenis yaitu toko buku modern, semi modern dan toko buku tradisioanal. Karena tiap buku memiliki sistem administrasi buku yang berbeda.
- Menguasai display buku , supaya tampilan buku dapat terlihat dan menonjol .
- Mengadakan promosi di internal toko dengan memasang produk di Neon Box, X Banner
- Mengadakan Bedah Buku , Talkshow dan potongan Harga pada buku tertentu atau periode tertentu.
- Mengadakan event tematik sesuai moment bulan berjalan (program Ramadhan, Program TAB, Program TAM , dll )
- Dan masih banyak lagi program promosi di toko buku modern yang dapat kita lakukan , kuncinya kita proaktive komunikasi dengan pihak internal Toko Buku modern tersebut.

Semangat, terus belajar memperbaiki dan mengembangkan diri. Allah bersamamu
BalasHapus