KIAT MENULIS CERITA FIKSI
PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI
PERTEMUAN : 11
GELOMBANG : 22
HARI/TANGGAL : 27 OKTOBER 2021
NARASUMBER : SUDOMO, S. Pt
MODERATOR : DAIL MA'RUF
PENULIS : ROHAINA YUSMAN
1. PEMBUKAAN
Assalamu'alaikum wr wb . . .
Alhamdulillah malam ini memasuki pertemuan ke-11 Pelatihan Belajar Menulis bersama PGRI, materi dimulai tepat pukul 19.00 WIB. materi malam ini akan membahas tentang " KIAT MENULIS CERITA FIKSI". Materi ini sangat menarik dan tentu bermanfaat sekali bagi penulis pemula seperti saya. Dari kecil sangat suka membaca khususnya buku Fiksi, seperti cerpen, novel dan sebangainya. Malam ini pertemuan ke-11 Pak Dail Ma’ruf, bisa disapa Pa Dail membersamai Bapak dan ibu peserta Pelatihan Penulis. Dengan Narasumber Pak Sudomo, S.Pt dari Lombok Nusa Tenggara Barat.
"Sebelum kita simak materi dan mengenal Pak Domo lebih jauh, agar acara kita diberikan kecancaran dan keberkahan, marilah kita berdoa bersama. Bagi yang muslim mari baca fatihah, dan bagi agama lainnya silahkan menyesuaikan. BERDOA MULAI…" Ujar Pak Dail membuka pelatihan dengan mengajak peserta berdo'a.
Sebelum menerima materi, mari berkenalan dengan Pak Sudomo atau lebih akrab disapa Pak Momo.
Nama lengkap : Sudomo, S.Pt.
Nama pena : Momo DM
Tempat, tanggal lahir : Sukoharjo, 27 Maret 1975
Jenis kelamin : Laki – Laki
Pekerjaan : Guru IPA SMP Negeri 3 Lingsar Lombok Barat
Pendidikan terakhir : S1 Peternakan Universitas Diponegoro
Alamat lengkap : Jalan Adi Sucipto Gang Perjuangan RT 004 RW 023
Lingkungan Baturaja Kelurahan Ampenan Tengah
Kecamatan Ampenan Kota Mataram NTB
Nomor HP/WA : 08175701827
Alamat blog pribadi : www.eigendomo.com
Akun media sosial :
a. Facebook : Mazmo Lombok
b. Twitter/Instagram : @momo_DM
2. MATERI
Sebelum masuk materi, ada satu pertanyaan yang harus kita jawab dengan jujur dalam hati, "Mengapa kita harus menulis fiksi?" Apa beda cerita Fiksi dan Non Fiksi?
Banyak alasan mengapa kita harus bisa menulis fiksi. Beberapa hal penting di antaranya, yaitu terkait dengan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), tentu saja setiap pembaca sangat menyukai cerita pendek, Novel maupun dongeng juga adalah alasan pertama kita menyukai cerita Fiksi. [19.36, Salah satu komponen dalam AKM atau ANBK adalah literasi, yaitu teks literasi fiksi. Dengan mampu menulis cerita fiksi, seorang guru tentu akan lebih mudah membuat soal latihan AKM untuk muridnya.
Alasan Kita Menulis Fiksi :
1. Salah satu aspek yang
dinilai dalam Asesmen
Kompetensi Minimum
(AKM) adalah Literasi
Teks Fiksi;
2. Sebagai cara
menemukan passion
dalam bidang
kepenulisan;
3. Sebagai upaya
menyembunyikan dan
menyembuhkan diri;
4. Sebagai jalan
mengeksplorasi
kemampuan menulis.
Syarat Bisa Menulis Cerita Fiksi:
1. Komitmen dan niat yang
kuat
2. Kemauan dan
kemampuan melakukan
Riset
3. Banyak membaca cerita
fiksi
4. Mempelajari Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI)
dan Pedoman Umum Ejaan
Bahasa Indonesia (PUEBI)
× Memahami dasar-dasar
menulis cerita fiksi
5. Menjaga konsistensi
menulis
Bentuk Cerita Fiksi :
× Fiksimini ciri Beberapa kata
× Flash Fiction ciri Jumlah kata khusus
× Pentigraf cirinya Cerita tiga paragraf
× Cerpen cirinya < 7.500 kata
× Novelet cirinya 7.500 – 17.500 kata
× Novela cirinya 17.500 – 40.000 kata
× Novel cirinya > 40.000 kata.
Unsur-unsur Pembentuk Cerita Fiksi di antaranya :
a. TEMA
Ide pokok cerita;
× Tips menentukan tema: dekat dengan penulis, menarik perhatian penulis, bahan mudah diperoleh, dan ruang lingkup terbatas;
× Cara menentukan tema: Menyesuaikan dengan minat, mengangkat kehidupan nyata, berimajinasi, membaca, dan mendengarkan curahan hati;
× Contoh Tema: Berkah kejujuran; Pendidikan dan kemiskinan; Persahabatan tiga anak SD; Pengalaman siswa selama Belajar di Rumah; Perjuangan guru selama Pembelajaran Jarak Jauh
b. PREMIS
× Ringkasan cerita dalam satu kalimat;
× Unsur-unsur premis: karakter, tujuan tokoh, rintangan/halangan, dan resolusi;
× Cara membuat premis: tulis masing-masing unsur pembentuknya kemudian rangkai menjadi satu kalimat utuh;
× Contoh Premis: Seorang anak SD mengajak dua orang temannya melakukan perjalanan ke rumah kakeknya dan berusaha memperoleh pemahaman tentang materi IPA
C. ALUR/PLOT
× Struktur rangkaian kejadian dalam cerita;
× Macam-macam alur: Alur maju, alur mundur, alur campuran, alur flashback, dan alur kronologis;
× Unsur-unsur alur/plot: Pengenalan cerita, Awal konflik, Menuju konflik, Konflik memuncak/klimaks,
Penyelesaian/ending;
× Unsur-unsur alur/plot tersebut urutannya bisa diubah tergantung pada jenis alur yang dipilih.
contoh Alur /Plot :
Pengenalan CERITA
× Rama, seorang siswa SD berusia 11 tahun sedang belajar. Ia mendapatkan tugas dari
gurunya tentang Pesawat Sederhana dalam kehidupan sehari-hari
Awal KONFLIK
Rama belajar dengan membaca buku paket. Namun, tidak kunjung paham. Ia belum bisa menyelesaikan tugasnya. Ibunya memberikan saran untuk belajar ke rumah kakek
MENUJU KONFLIK
Rama mengajak dua orang temannya. Salah seorang temannya tidak diberikan izin oleh orang tuanya. Rama berusaha meyakinkan akhirnya berhasil mengajak
KONFLIK/KLIMAKS
× Rama dan kedua temannya sampai di rumah kakek. Kakek dan nenek meminta mereka menemukan sendiri. Di sana mereka berusaha menemukan pesawat sederhana. Di sana mereka dituduh mencuri oleh anak kampung saat menemukan pesawat sederhana secara tidak sengaja di halaman
ENDING
Setelah kakek dan nenek meminta maaf, mereka bertiga pun dimaafkan. Kakek dan nenek berjanji akan menjelaskan kepada mereka tentang pesawat sederhana. Mereka pun memahami penjelasan sambil menjalanakna berbagai macam hukuman membersihkan rumah kakek dan nenek menggunakan pesawat sederhana
d. PENOKOHAN
× Penjelasan selangkah demi selangkah penjelasan detail karakter dalam cerita;
× Macam-macam tokoh: protagonis, antagonis, dan tritagonis;
× Teknik penggambaran tokoh: analitik, fisik dan perilaku tokoh, lingkungan tokoh, tata bahasa tokoh, dan penggambaran oleh tokoh lain.
e. LATAR/SETING
× Penggambaran waktu, tempat, dan suasana terjadinya peristiwa-peristiwa dalam cerita;
× Jenis-jenis latar: latar waktu, latar tempat, latar suasana, latar sosial, latar material, dan latar integral.
Sudut Pandang
× cara penulis menempatkan dirinya terhadap cerita yang diwujudkan dalam pandangan tokoh cerita;
× Macam-macam sudut pandang: Orang Pertama Tunggal, Orang Pertama Jamak, Orang Kedua, Orang Ketiga Tunggal, Orang Ketiga Jamak, dan Campuran
Proses Kreatif damlam Menulis Cerita Fiksi
1. Niat: Motivasi diri untuk memulai dan menyelesaikan tulisan
2. Baca Fiksi orang lain: Upaya menemukan bahan belajar/referensi berupa ide, pemilihan kata, serta gaya dan teknik penulisan.
3. Ide dan genre:
× Segera catat saat ide mendadak muncul
× Menemukan ide dengan cara mengembangkan imajinasi
× Pemilihan genre disesuaikan dengan yang disukai dan dikuasai
4. Outline
× Kerangka disusun berdasarkan unsur-unsur pembangun cerita fiksi
× Menentukan tema agar pembaca mengerti lingkup cerita fiksi kita
× Membuat premis sesuai tema
× Menentukan uraian alur/plot berdasarkan unsur-unsurnya
× Menentukan penokohan kuat berdasarkan jenis dan teknik penggambaran watak tokoh dengan baik
× Menentukan latar/setting dengan menunjukkan sisi eksotis dan detail
× Memilih sudut pandang penceritaan yang unik
5. Menulis
× Membuka cerita dengan baik (dialog, kutipan, kata unik, konflik)
× Melakukan pengenalan tokoh dan latar dengan baik dengan cara memaparkan secara jelas kepada pembaca
× Menguatkan sisi konflik internal dan eksternal tokoh
× Menggunakan pertimbangan logis agar tidak cacat logika dan memperkuat imajinasi
× Memilih susunan kalimat yang pendek dan jelas
× Memperkuat tulisan dengan pemilihan kata (diksi)
× Membuat ending yang baik
6. Swasunting
× Dilakukan setelah selesai menulis;
× Jangan menulis sambil mengedit;
× Memfokuskan penyuntingan pada kesalahan pengetikan, pemakaian kata baku dan istilah, aturan penulisan, ejaan, dan logika cerita;
× Usahakan menempatkan diri pada posisi sebagai penyunting agar tega menyunting tulisan sendiri;
× Jangan lupa menyiapkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
3. SESI TANYA JAWAB
P2 : bu anis dari pangkalpinang
Bismillah, Malam bpk momo ijin bertanya, bagaimana cara menemukan minat menulis kita ini sebenarnya dimana, fiksi, non fiksi atau lainnya karena saat mencoba semuanya selalu ingin menampilkan yg terbaik hanya tidak paham apakah sudah sesuai dengan bakat dan kemampuan saya? dan berharap bisa fokus hanya pada satu bidang yg mampu ditekuni sehingga optimal namun belum menemukannya? satu lagi ttg tips menentukan tema maksudnya dekat dg penulis dst...itu apa ya pak? terimakasi sarannya.
J.1 : Terima kasih, Bu Anis. Passion terhadap jenis tulisan akan kita temukan seiring waktu. Memang tidak serta merta, tetapi butuh proses. Yang bisa mengetahuinya ya saat kita bisa menyadarinya kita lebih suka pada jenis tulisan yang mana. Terkait tema yang dekat dengan penulis, kita ambil contoh seorang guru, tentu akan lebih mudah menuliskannya jika kita membuat cerita fiksi tentang guru dan murid.
P. 2 Ass...terimakasih atas ilmu yang diberikan 👍🤲🙏Saya Umi A.F izin bertanya pak. Pak saya sulit membuat Alur menulis cerpen yang runtut, bagaimana caranya pak, terimakasih 🙏
J. 2 : Terima kasih, Bu Umi. Membuat alur cerpen ada baiknya terlebih dahulu membuat outline atau kerangka karangan. Hal ini akan memudahkan kita dalam mengembangkan alur dalam cerpen.
P9 : Saya Nita dari Batam.
Mengapa cerita korea lebih digemari anak dan remaja kita masa kini?. Bagaimana upaya kita supaya mereka bisa suka ke cerita karya bangsanya ?
J. 9 : Terima kasih, Bu Nita. Menurut saya karena tema drama Korea sangat dekat dengan kehidupan anak dan remaja masa kini. Upaya kita ya berusaha menghasilkan cerita fiksi yang lebih menarik bagi anak dan remaja. Dengan pendekatan pada hal-hal keseharian dan konflik-konflik yang seru akan membuat mereka suka pada cerita karya anak bangsa.
4. PENUTUP
Alhamdulillah pembelajaran materi tentang kiat menulis cerita Fiksi telah selesai. Semoga kita dapat berkarya menulis dengan menulis buku fiksi yang sesuai dengan materi yang disampaikan malam ini. Karena Materi malam ini sangat memberikan manfaat untuk kita semua. Terima kasih untuk kebersamaannya. Mohon dimaafkan untuk kekurangan dan kesalahan.
Akhir kata, " belajar terus, seterusnya pembelajar" ini kata motivasi dari Pak momo, semoga kita terus bersemangat dalam belajar dan terus belajar. Menulis dan terus menulis. Membaca dan terus membaca. Sebagai guru kita tidak bisa lepas dari kegiatan terus belajar, menulis dan membaca.
W assalamu'alaikum Wr. Wb.
Salam literasi!
Mantul clossingnya 👍
BalasHapusTerima kasih 🙏🙏
HapusBunda Mafrudah juga keren
HapusBelajar terus, seterusnya belajar
BalasHapusDan..belajar terus menerus..
Terima kasih pak, dari pak ketua jg saya banyak belajar. Tidak pernah surut slalu yg pertama.
HapusAku belajar, kamu belajar, Dia belajar dan kita semua belajar
BalasHapusKeep on Spirit ibu
belajar bersama ..sukses bersama- sama, tulisannya apik pisan ey
BalasHapusKeren, keren, keren luar biasa.
BalasHapusguru pembelajar ya bu. semangaaatt...
BalasHapus