MENJADIKAN MENULIS SEBAGAI PASSION
Resume Pertemuan : 1
Hari/ tanggal : Senin, 04 Oktober 2021
Materi : Menjadikan Menulis sebagai Passion
Nara Sumber : Dra. Sri Sugiastuti, M. Pd
Moderator : Maesarah
Penulis Rohaina Yusman, S. Pd. I
Hari Senin, tanggal 04 Oktober 2021 adalah hari yang saya nantikan, karena akan mendengarkan materi tentang belajar menulis. Saya sangat tertarik karena bapak dan ibu rekan guru mau berbagi ilmu, sebelumnya saya pernah ikut pembelajaran menulis juga, materi yang disampaikan luar biasa bagusnya oleh nara sumber. Setiap tugas saya coba kerjakan, tapi ketika akan menulis saya mulai bingung, akan memulai menulis dari mana? tapi ketika saya bergabung dengan grup ini, saya terus menyimak setiap admin grup selalu memberikan semangat pada kawan-kawan yang mungkin sama masalahnya dengan saya. Mengajarkan membuat Blog, bahwa tulisan apapun bisa kita tulis di blog kita tersebut. Disaat kawan-kawan sudah mengumpulkan resume, saya masih tertatih-tatih membuat blog mungkin hingga tengah malam. Akhirnya memulai menulis diblog ini.
Materi dimulai pada pukul 19.00 wib, dipandu Maesaroh, sang Blogger Milenial. Narasumber pada pertemuan pertama ini akan disampaikan oleh Dra. Sri Sugiastuti atau disebut juga ibu Kajeng, usia yang hampir menelan waktu, tak membuatnya berhenti berkarya. Ulama ( Usia Lanjut Masih Aktif} adalah sebutan untuk beliau, yang memiliki sumbangsih besar untuk negeri ini.
MENGAPA MENULIS MENJADI PASSION YANG MENJANJIKAN?
= Kemampuan menulis dipandang sebagai indikator intelektualitas dan kematangan berpikir.
= Profesi penulis adalah salah satu pekerjaan yang sangat dihormati dan dihargai secara sosial
Kendala dan Hambatan dalam Menulis
1. Merasa tidak berbakat
2. Tidak memiliki waktu
3. Tidak memiliki ide
4. Tidak mau dikritik
5. Tidak suka menulis
Mulai dengan "MENGAPA"
Alasan untuk menulis
1. Mengapa Kita Menulis lebih filisofis dan berhubungan dengan nilai, visi dan misi hidup
2. Bagaimana cara kita Menulis, lebih bersifat teknis dan jawabannya cenderung mudah dipelajari melalui media
3. Kapan kita mulai Menulis, secepatnya kita harus niatkan untuk membuat karya yang ali dari kita
MOTIVASI MENULIS
hadis Nabi yang mengatakan "Khoirunnas anfa'uhum linnas"
Sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat untuk manusia lainnya
LANGKAH-LANGKAH MENJADI PENULIS YANG BAIK
1. Read
Untuk menjadi seorang punulis yang baik, kita perlu membaca banyak buku baik yang bersifat general (umum) maupun spesifik (misalnya sesuai background akademik atau pekerjaan
2. Discuss
Hal ini penting karena ide dan gagasan seringkali muncul saat kita mendialektikakan bahan bacaan orang lain atau dengan diri kita sendiri. Bila diperlukan, ada baiknya kita memiliki mentor menilis yang tepat.
3. Look dan Feel
Baik secara langsung maupun apa yang kita lihat dan baca di media
4. Socialize
Berapa banyak pengetahuan, pengalaman dan kisah orang lain yang dapat kita serap
WRITING PREPARATION
1. Menggali dan menemukan gagasan/ide
Pada tahap ini penulis melakukan kegiatan penggalian gagasan atau ide. Kegiatan ini bisa dilakukan melalui pengamatan baik terhadap kejadian atau peristiwa yag terjadi, imajinasi, dan kajian pustaka.
untuk mempermudah proses penemuan ide, cara efektif yang dapat digunakan adalah melalui brainstrorning
2. Menentukan tujuan, gendre, dan segmen Pembaca
Setelah menentukan gagasan/ide, penulis perlu menentukan tujuan menulis, genre yang diikuti serta target segmen pembaca. Sasaran pembaca akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam menentukan warna tulisan.
Selain itu kita harus memastikan bahwa tulisan yang kita hasilkan akan marketable
3. Menentukan topik
Penentuan topik dilakukan setelah penulis menetapkan untuk apa menulis, gendre apa yang diilih dan siapa sasaran pembacanya.
Misalnya, tujuan penulis untuk memberikaninformasi yang benar tentang kesehatan. Gendrenya tulisan populer
Jika sasarannya adalah orangtua (manula), maka penulis bisa menentukan tulisan misalnya dengan topik "Hidup sehat di usia senja"
4. Membuat Outline
Outline merupakan bentuk kerangka tulisan. Kerangka tulisan tersebut menunjukkan gambaran materi yang akan ditulis. Menulis outline cukup dengan garis besarnya saja. Karakteristik outline yang baik memiliki kesederajatan yang logis, kesetaraan struktur, kepaduan, dan penekanan.
5. Mengumpulkan bahan materi/buku
Penulis wajib membaca banyak buku dan sumberbacaan lain untuk memperkaya perspektif dan referensi. Selain itu agar semakin banyak ide atau gagasan yang dapat dikembangkan.
Apabila sudah menemukan topik, maka bahan bacaan yang dikumpulkan sesuai dengan topik yang sudah ditentukan.
MENULIS ITU HARUS SABAR
Penulis peula sebaiknya lebih fokus pada ketekunan (persistence) dalam proses menulis. Tulisan semampu kita terlebih dahulu. Jangan berfikir harus sempurna, dan jangan terlalu idealis.
Setelah kita menyelesaikan naskah kasar dari buku yang kita tulis (rough draft), tahan yang harus dilewati hingga terbitnya buku kita adalah:
1. Editing
Pada tahapan ini membahas tentang:
a. Membaca ulang
b. Menyempurnakan draf
2. Revising
Pada revising melakukan tahapan:
a. Mengubah beberapa bagian naskah
b. Melengkapi Naskah
c. Mengevaluasi kembali naskah untuk menihilkan kesalahan tulisan
3. Publishing
Pada tahapan ini yang harus dilakukan adalah:
a. Pengiriman naskah
b. Pracetak (perwajahan buku, tata letak, ISBN, proof reading)
c. Pencetakan
d. Promosi dan distribusi
Materi pelatihan ini sangat bermanfaat, narasumber juga menjawab setiap pertanyaan peserta yang antusias dan bersemangat, saya menyimak setiap pertanyaan dan jawaban yang disajikan. Semoga ini dapat memotivasi untuk kegiatan menulis bagi saya yang sangat pemula dalam dunia tulis menulis. Semoga Allah memberikan kesehatan, kelancaran dan kemudahan dalam mengikuti kegiatan ini hingga akhir dan dapat membuahkan sebuah karya yang sangat bermanfaat bagi pembaca dan kebanggaan anak-anak. Aamiin.
Jambi, 06 Oktober 2021
Salam literasi dari penulis pemula
Rohaina Yusman
terima kasih sdh mengerjakan tugasnya dengan baik
BalasHapusTerima kasih Om Jay, mohon bimbingannya🙏🙏
Hapus