Menulis Buku dari Karya Ilmiah
Tugas Resume : 4
NARASUMBER : NORALIA PURWA YUNITA, M. Pd.
MODERATOR : ROSMINIYATI
Bismillahirohmanirahim . . .
Materi malam ini dibuka oleh moderator ibu Rominiyati, moderator magang, guru SMK Negeri 2 Pangkalpinang. Beliau berusia 51 tahun, tercatat sebagai peserta belajar menulis PGRI asuhan Om Jay gelombang 19. Mulai belajar dari NOL BESAR hingga bisa menerbitkan buku 200-an halaman hasil resume 30 kali pertemuan. Semua itu hanya bermodalkan Bismillah dan semangat, serta tekad yang kuat. Malam ini tema belajar kita “ Menulis Buku dari Karya Ilmiah”. Seperti biasa, susunan acara kita adalah sebagai berikut:
1. Pembukaan;
2. Materi inti (19.00 – 20.00 WIB);
3. Sesi Tanya jawab (20.00 – 21.00 WIB);
4. Penutup
1. PEMBUKAAN
Sebelum memulai acara beliau berpesan kepada Bapak/Ibu hebat yang sudah terlanjur bergabung dalam grup ini:
1. Bapak/Ibu berada di sini bukanlah kebetulan, melainkan ada rencana besar Allah yang dipersiapkan-Nya. Oleh karena itu, jemputlah takdir dengan ikhtiar yang maksimal.
2. Belajar menulis ada di mana-mana, bahkan Bapak/Ibu di sini ada yang menulisnya sudah luar biasa bagusnya. Namun, kelas menulis PGRI asuhan Om Jay ini sangat istimewa. Di samping menunya yang luar biasa, juga materinya disajikan dengan penuh cinta. Tidak hanya tentang menulis, melainkan juga tentang bagaimana menjadi pribadi yang lebih berguna.
3. Pada saat Bapak/Ibu masuk di kelas ini, maka gelar sebagai blogger dan writer langsung melekat pada diri Bapak/Ibu. Oleh karena itu, pertahankan dengan sebaik-baiknya.
4. Buatlah resume dengan sepenuh hati dan dengan selengkap-lengkapnya dengan menggunakan kalimat sendiri. Manfaatnya, menjadi bahan rujukan belajar dan memudahkan Bapak/Ibu dalam mengikatnya menjadi buku solo.
5. Segera praktikkan ilmu dari narasumber dalam menulis resume atau pun tulisan lainnya agar perbaikan dalam menulis langsung dirasakan. Dalam kurun waktu sebentar saja, hasilnya akan menakjubkan. Dan beliau sudah membuktikannya.
Selanjutnya, untuk memovasi peserta beliau memberikan video "Literasi untuk Negeri"
https://www.youtube.com/watch?v=6am-ohG0cbs
Berikutnya, perkenalan dengan narasumber pada malam ini, Ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd.
PROFIL l
Perempuan bernama lengkap Noralia Purwa Yunita, M.Pd ini lahir di Kudus, 12 Juni 1989. Dia putri pertama dari dua bersaudara dengan ayah bernama Ali Achmadi, S.Pd dan ibu Noor Fatkhiyah, S.Pd.SD. Pernah mengambil kuliah program sarjana di Univeritas Negeri Semarang yang kemudian dilanjutkan program magister pendidikan di Universitas Negeri Semarang. Saat ini penulis bekerja sebagai pengajar di SMP Negeri 8 Semarang. Selain mengajar, penulis juga aktif menulis di blog dan tergabung dalam komunitas sejuta guru ngeblog, penulis baru di Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan, penulis di Penerbit Andi Offset, penulis di penerbit Innovasi Publishing, salah satu tim admin di website guru penggerak, Pengurus pena guru di yayasan guru nusantara, anggota komunitas koordinator virtual Indonesia (KKVI), anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran Prakarya dan IPA, serta Pembimbing ekstrakurikuler KIR SMP. Prestasi yang pernah diraih penulis adalah juara 3 lomba blog nasional pada HUT penerbit YPTD.
Karya yang sudah dibuat meliputi:
1. Bahan ajar Kimia SMA (2013)
2. Buku antologi "Menciptakan pola pembelajaran efektif dari rumah" (2020) penerbit Tata Akbar
3. Buku duet seri ekoji academy "Digital Mindset" (2020) penerbit Andi Offset
4. Buku duet sering. Ekoki academy "Gamifikasi" (Proses terbit) penerbit Andi offset
5. Buku solo "jurus jitu menulis dan berprestasi" (2020) penerbit YPTD
6. Buku solo "kiat praktis menulis modul berbasis riset" (2020) yang merupakan ubahan dari tesis menjadi buku oleh penerbit YPTD
7. Buku antologi " Kisah Inspiratif Sang Guru" (2020), Penerbit Ilalang Pustaka
8. Buku antologi "Aku dan Corona" (2020), penerbit YPTD
9. Buku duet "kiat menulis dan menerbitkan buku" (2021), Penerbit Ilalang pustaka
10. buku antologi "Belajar di tengah Corona" (2021), penerbit Oase Pustaka
11. Buku antologi "Prahara di Tengah Pandemi" (2021), penerbit YPTD
12. Buku antologi "Membongkar rahasia menulis guru blogger" (2021), penerbit Oase pustaka
13. Buku antologi "Putih biru" (2021), penerbit Innovasi publishing
14. Buku antologi "Sumbangan pemikiran sahabat penulis YPTD" (2021), penerbit YPTD
15. dan beberapa artikel yang telah dimuat di media daring dan cetak antara lain majalah geliat gemilang, majalah derap guru PGRI, majalah sigap dan majalah aksioma Saat ini sedang tahap penyelesaian naskah antologi bersama guru penulis "pandemi di mata sang Guru", naskah antologi " Momen spesial dengan siswa " dan tahap finishing naskah untuk e-book "Merdeka Belajar : Konsep Revolusi Pendidikan Abad 21" Dan buku kolaborasi "Mobile learning".
Kegiatan profesional lainnya yang pernah diikuti:
1. Narasumber pelatihan menulis bersama PB PGRI
2. Narasumber pada kegiatan pengabdian masyarakat universitas cendana
3. Narasumber pelatihan menulis di Yayasan Guru Nusantara
4. Narasumber pelatihan menulis buku ber ISBN di penerbit pustaka ilalang dan kamila press
5. Narasumber seminar kamisan SLCC PGRI Jawa Tengah
6. Narasumber materi best practise APKS PGRI Jawa Tengah
7. Narasumber pelatihan menulis di komunitas blog guru nasional
8. Narasumber pada kegiatan pengabdian masyarakat universitas muhammadiyah semarang Dapat dihubungi melalui email : noraliapurwa@gmail.com atau pada nomor whatsapp ; 087786578494 dan instagram : noralia_needtha.
2. MATERI INTI
Mari kita masuk kepada materi " Menulis Buku dari Karya Ilmiah"
Proses Menulis Karya Ilmiah Menjadi Buku
1. UBAH JUDUL
Judul karya ilmiah versi buku hanya berfokus pada objek penelitian saja. Hilangkan materi, subjek, tempat penelitian. Sebagai contoh
Judul Tesis, Pengembangan modul berbasis riset pada materi reaksi redoks untuk meningkatkan keterampilan generik sains siswa kelas X SMA
Ketika diubah menjadi judul buku menjadi kiat menulis modul berbasis riset
Judul best practice : "efektivitas pembelajaran berbasis gamifikasi pada peningkatan aktivitas dan minat belajar siswa"
Ketika dikonversi menjadi judul buku menjadi:
"Gamifikasi, membuat belajar seasyik bermain games"
Dapat dilihat dari contoh judul di atas, objek/fokus penelitian Tesis terletak pada pengembangan / pembuatan modul. Jadi ketika diubah menjadi judul buku, sesuaikan dengan fokus penelitian itu.Tinggal menambah kata seperti KIAT, JURUS, STRATEGI, CARA SUKSES atau yang lainnya agar menjadi judul popular.
2. UBAH DAFTAR ISI
Biasanya untuk beberapa karya ilmiah, daftar isi berupa
BAB 1 Pendahuluan berisi latar belakang masalah, tujuan, manfaat, batasan masalah
BAB 2 landasan teori
Bab 3 metode penelitian yang berisi rumus2 statistika
Bab 4 hasil dan pembahasan
Bab 5 penutup yang berisi kesimpulan dan saran.
Namun ketika diubah menjadi BUKU, daftar isi menjadi : (ikuti pedoman 2W+1H)
Bab 1 (Why) menjelaskan pentingnya modul BERBASIS RISET
Bab 2( APA) menjelaskan apa itu modul berbasis riset
Bab 3,4,5, dan seterusnya ( How ) menjelaskan bagaimana tahap pembuatan, bagaimana hasil pembuatan, bagaimana penerapannya.
Boleh juga mengembangkan materi dari bab 2 di KTI.
Sebagai contoh bab 2 KTI yang merupakan landasan teori berisi
2.1. hasil belajar
2.2. media pembelajaran
2.3. Modul
2.4. metode pembelajaran
2.5 pembelajaran berbasis riset
Ketika menjadi buku dapat dibuat menjadi beberapa bab yaitu
Sub bab 2.1. hasil belajar menjadi bab 2 buku
Bab 2 TEORI BELAJAR
2.1. belajar
2.2. permasalahan dalam pembelajaran
2.3. Hasil belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya
Sub bab 2.2. media pembelajaran menjadi bab 3 buku
Bab 3 MEDIA PEMBELAJARAN
3.1. Pengertian media
3.2. jenis media
3.3. manfaat media
Sub bab 2.3. modul menjadi bab 4 buku
Bab 4 mengenal modul
4.1.pengertian modul
4.2. karakteristik modul
4.3.sistematika modul
4.4. kelebihan modul
Lakukan hal tersebut hingga sub bab pada karya ilmiah selesai dibahas menjadi bab baru pada buku
Dengan demikian hanya dari bab 2 KTI saja, kita sudah dapat menuliskan/ mengubahnya menjadi beberapa bab dalam buku. Jadi, perbanyak penjelasan teori dari bab 2 karya ilmiah dan juga hilangkan rumus statistika yang biasanya ada di bab 3 karya ilmiah.
3. UBAH SEDIKIT ISI KARYA ILMIAH
Hilangkan semua kata "penelitian, laporan PTK, laporan skripsi" dahn lainnya yang biasanya ada di karya ilmiah
Boleh menampilkan grafik tetapi jangan terlalu banyak. Cukup grafik yang penting saja. Grafik lain yang tidak ditampilkan, ubah dalam bentuk kalimat
Secara kebahasaan dan penyajian, karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan. Susunan dan gaya tulisan bebas terserah penulis, karena setiap penulis memiliki ide dan kreativitas masing-masing sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin literatnya penulis maka akan semakin oke buku yang dia tulis. Hal ini karena membaca, berpikir dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu, kita harus mengupayakan agar pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan mengena apabila menjadi karya ilmiah kita diubah menjadi buku
Daftar pustaka boleh menggunakan blog namun situs blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, Jurnal ilmiah, e book, atau karya ilmiah lainnya. Namun, hindari menggunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dan lain sebagainya
Berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang anda lakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan penelitian tersebut
4. Karya ilmiah Versi Buku
Memiliki minimal 70 halaman format A5 dengan ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan Dengan aturan Penerbit
Untuk isi dari karya ilmiah versi buku tidak melulu dan harus menampilkan data hasil penelitian.
Pada pada intinya, sebelum mengkonversi karya Ilmiah yang bapak ibu miliki, tentukan FOKUS/TOPIK yang akan dibahas secara detail dalam buku itu. Apakah pada perancangannya, penerapannya, aplikasinya atau yang lainnya. Jika sudah maka akan lebih mudah mengubah karya ilmiah itu
Dan satu lagi yang terpenting, isi buku jangan sampai sama persis dengan isi dari karya ilmiah. Kita bisa menggunakan teknik parafrase atau teknik lainnya agar tidak ada kesamaan kalimat pada buku ini. Karena jika ada kesamaan, maka akan terjadi yang namanya self plagiarisme
Dengan demikian, membuat buku dari karya ilmiah bukan berarti hanya mengubah cover dan judul saja sementara isi sama persis dengan KTI yang sudah kita punya. Itu merupakan suatu kesalahan karena akan menjadi self plagiarisme untuk karya kita. Kita harus mengubahnya sesuai dengan aturan yang ada sehingga KTI versi buku tidak akan sama struktur dan isinya dengan KTI aslinya
Agar karya ilmiah kita memiliki manfaat yang lebih, maka dapat diubah ke dalam bentuk buku. Fungsinya agar dapat dibaca oleh para pengajar lainnya. Ini lebih baik daripada berbagi file laporan karya ilmiah kita. Jika karya ilmiah kita dibukukan, selain memberikan manfaat dalam berbagi ilmu, buku karya ilmiah karya kita juga akan memiliki ISBN. Ini sangat penting dan mungkin dibutuhkan bagi pengajar untuk menambah nilai angka kredit. Selian itu, karya kita juga tidak akan lekang oleh waktu tentang kebermanfaatannya.
3. SESI TANYA JAWAB
Pada sesi tanya jawab narasumber dengan peserta, banyak sekali pertanyaan dari peserta :
Peserta: P1
Daru, SD Pembangunanan Jaya, mohon ijin bertanya: saya suka menulis dan sering sekali ikut lomba karya ilmiah dan menulis karya ilmiah. Namun, hasil tidak pernah bagus. Saya tidak pernah menjadi finalis atau tulisan saya tidak lolos seleksi. Saya sampai hopeless namun takut patah semangat. Karena itu mohon advice ibu kiat supaya saya bisa menulis karya ilmiah yang bagus dan sukses...terima kasih 🙏
Narasumber: Terima kasih pak daru yang keren ☺️
MasyaAllah,, tidak sembarang orang menyukai penulisan karya ilmiah lho bapak, karena memang terbilang susah apalagi jika sudah masuk ke analisis hasil penelitian (pengalaman pribadi.. Hehe)
Dari pengalaman saya mengikuti dan membimbing beberapa lomba, karya yang biasanya dilirik oleh juru adalah yang unik dan kekinian tapi mudah dipraktekkan atau dibuat oleh orang lain. Jadi memang kebermanfaatannya untuk orang lain terasa sekali. Sebagai contoh, dulu pernah menulis tentang TORAKUR (tomat rasa kurma). Idenya sederhana hanya menjadikan tomat yang nilai jualnya terhitung rendah, menjadi barang yang istimewa dan berharga jual tinggi. Dan ini ternyata dilirik juri karena unik tetapi menghasilkan.
Ada lagi dulu seorang narmber di kelas menulis om jay. Beliau guru berprestasi kalau tidak salah, dari Yogyakarta. Beliau membuat alat peraga globe berkamera (seingat saya). Jadi anak bisa melihat secara 3D dengan alat peraga tadi. Idenya sederhana, tapi unik dan saat ada orang lain yang ingin membuatnya kembali, gampang dipraktikkan. Biasanya hal-hal seperti itu yang menjadi pertimbangan juri.…
Peserta: P2
Saya Dona Ningrum dari Lubuk Linggau.
Maaf ibu, izin bertanya, ini jenis hurufnya apa, ya?
Adakah rekomendasi dari ibu Nora, aplikasi online untuk memparaprasekan kalimat, dengan hasil yang oke?
Terimakasih
Narasumber: Terima kasih bu dona
1. Mungkin yang dimaksud jenis font untuk buku dari KTI ya bu? Untuk jenis huruf kita sesuaikan dengan aturan penerbitan yang dituju bu. Beda penerbit akan beda aturan tentang margin, ukuran huruf, spasi, jenis huruf dan masalah teknis lainnya.
Saran saya tidak perlu dipusingkan dengan jenis huruf dan lainnya. Buat standar saja. TNR 12 spasi 1,5 nanti biarkan penerbit yang melakukan editing dan layouting. Kita fokus pada isi dan naskah sudah dalam format A5.
2. Sejauh ini saya melakukan teknis parafrase secara manual bu,, karena selain latihan menulis juga kurang begitu paham aplikasi teknik parafrase.. Hehe
Peserta: P 3
Assalamualaikum Bunda Nora yang smart.
Saya Widya dari kelas menulis gelombang 21
Membaca paparan materi dari bunda mengingatkan kembali perjuangan saya membuat skripsi bertahun-tahun yang silam.
Menurut saya, untuk mengubah karya ilmiah yang kita miliki menjadi buku tentu perjuangan berat lagi yang kedua.
Pertanyaan saya agar buku yang kita buat dari karya ilmiah itu enak dibaca, bahasanya familiar. Apakah kita perlu merombak total bahasa didalam karya ilmiah kita tersebut.
Seperti tadi judul yang diubah.
Bahasa yang kita pakai saat mengubah karya ilmiah menjadi buku apakah bahasa formal, baku seperti karya ilmiah ataukah menjadi bahasa yang lebih santai, mudah dipami semua kalangan, dan tentunya enak dibaca.
Sehingga menghilangkan kesan pembaca seperti membaca karya ilmiah yang cenderung membosankan. Maturnuwun
Narasumber: Terimakasih bu widya
Untuk gaya bahasa dan penulisan kembali ke selera penulis masing-masing bu. Karena bahasa buku tidak ada aturan buku, boleh menggunakan bahasa yang lebih santai untuk mengurangi kekakuan, boleh juga masih ilmiah. Tergantung masing-masing penulis. Jika menggunakan bahasa yang santai otomatis akan merombak total isi dari karya ilmiah.
maaf typo maksudnya bahasa buku tidak ada aturan baku
Peserta: P 5
Assalamu'alaikum ww
Saya ibu suyatinah, sma n 1 banguntapan, bantul, diy.
Ijin bertanya mbak Nora : penelitiann yg pernah saya buat berupa PTK dengan fokus model pembelajaran. Apakahjika diubah menjadi buku, fokusnya pada model pembelajaran itu, terus dikembangkan?
Narasumber: Terima kasih bu suyatinah
Betul ibu,, bisa dibahas macam dari model pembajaran. Tapi nanti akan fokus pada satu atau beberapa model. Bisa dijelaskan bagaimana perancanganya, ketika diterapkan dalam pembelajaran, kelemahan dan kelebihan serta lainnya.
Akan lebih bagus lagi jika disesuaikan dengan kondisi sekarang yang dalam keadaan pandemi, Kira-kira apakah efektif atau tidak jika diterapkan dalam PJJ atau PTM terbatas
4. PENUTUP
Pada pukul 21. 21 materi yang diberikan diakhiri dan ibu Nora memberikan sedikit pemantik semangat untuk bapak ibu pesrta untuk membantu menulis buku.
Buatlah kegiatan menulis menjadi kegiatan yang menyenangkan. Senang berarti kita menyukai apa yang kita tulis. Jika kita suka menulis cerita pribadi, tuliskan itu. Jika menyukai tulisan yang berbau travelling, tuliskan. Suka yang ilmiah2, buatlah buku pegangan. Suka menulis resume, maka semua pelatihan yang kita ikuti, kita buat resume nya.
Karena jika sudah suka maka tidak lagi merasa susah dan terpaksa. Dan jika sudah suka, jikalau di tengah perjalanan ada masalah atau rintangan, akan lebih mudah menyelesaikannya.
Dan selalu ingat, buku ada memoar diri kita, meskipun kita sudah tiada, melalui bukulah nama kita akan selalu dikenal sepanjang masa
Terimakasih tiada terkira saya haturkan pada guru saya, om @Wijaya Kusumah yang senantiasa memantik semangat menulis para muridnya dan bu @Rosminiyati yang selalu semangat dan keren literasinya. Membuat saya begitu kagum atas semangat beliau 👏👏👏☺️☺️. .
Dari materi yang disajikan hari ini dapatlah penulis simpulkan bahwa Karya Tulis Ilmiah dapat kita rubah menjadi buku sehingga lebih dikenal dan dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak orang.
Salam literasi Penulis Pemula
Rohaina Yusman
terima kasih sudah mengerjakan tugasnya dengan sangat baik
BalasHapusTerima kasih oom Jay, Salam hormat🙏🙏
HapusMantap bu
BalasHapusSemangat!
Terima kasih ibu, harus banyak belajar saya bu🙏🙏
Hapus