MENULIS DIKALA SAKIT


 

PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI

PERTEMUAN KE-19, GELOMBANG : 22

HARI/TANGGAL : SENIN, 15 NOVEMBER 2021

NARASUMBER : SUHARTO, S. Ag, M. Pd

MODERATOR    : HASIMA ABDI PUTRI

A. PEMBUKAAN

Hari ini Senin, 15 November 2021 merupakan pertemuan ke-19, yang artinya tinggal satu pertemuan lagi maka resume bapak/ibu sekalian akan siap dibukukan. Tentu saja rasanya campur aduk, senang, cemas, bingung. Karena harus membagi waktu antara keinginan belajar pelatihan menulis, keinginan mengerjakan tugas untuk berpartisifasi pada kelas-kelas Antologi di WIMP PMA, persiapan pembuatan soal PAS di sekolah, dan mendampingi putri-putri cantik belajar dan segudang pekerjaan ibu hebat di rumah. Tapi malu rasanya dengan Narasumber malam ini yang semangatnya luar biasa,  setiap hari tidak pernah absen memberikan motipasi pada peserta di WAG  Belajar Menulis gel 22. Beliau adalah Bapak Suharto, S. Ag, M. Pd, atau lebih akrab disapa Cing Ato dengan materi " Menulis dikala Sakit" dan di moderatori oleh ibu cantik Hasima Abdi Putri. Mari kita menyimak profil narasumber berikut:

Curriculum  vitae

Nama: Suharto (Cing Ato/Cing Ato)

Asal.  : Jakarta ( Betawi)

Tugas: MTsN 5 Jakarta

Guru. : Fikih 

Menulis

A.  Belajar Menulis

      1. Pelatihan menulis bersama KSGN    Akhir  Desember 2016 di Wisma UNJ Jakarta, selama 3 hari 2 malam.

      2. Pelatihan menulis MWC Media Guru di Cipanas  Akhir Desember 2017, selama 3 har i 2 malam

      3. Pelatihan menulis 2017 bersama Om Jay di acara public speaking di Jakarta

      4. Pelatihan menulis 2020 bersama Om Jay angkatan ke 8. ( Dalam kondisi sakit)

      5. Pelatihan Desain cover buku dengan pak Ajhinata (2021)

Narasumber

1. Narasumber pelatihan menulis KSGN PGRI 2021 Gelombang 17

2. Narasumber pelatihan menulis KSGN PGRI 2021 Gelombang 19

B. Menulis Buku

     1. Buku ontologi

          1) Bukan Guru Biasa (2016)

          2) Guru Inspiratif (2020)

      2. Buku Solo

          1) Mengejar Azan (2018)

          2) GBS Menyerangku (2020)

          3) Menjadi Pribadi Unggul (2020)

          4) Kompilasi Kisah Inspiratif (2021)

          5) Belajar Tak Bertepi (2021)

          6) Aisyeh Menunggu Cinta (2021)

          7) Menepis Kesulitan Menulis (2021)

       3. Masih Dalam proses

           1) Kado Spesial Sang Bintang ( tinggal menunggu kisah inspiratif dari murid-murid  Yang sukses tembus kuliah keluar negeri Jepang, Turki, Mesir, Yaman, Thailand, dan lainnya)

           2) Lentera Ramadan ( tinggal disempurnakan sedikit insyaallah, sebelum Ramadan sudah terbit.

           3) Cing Ato Berpantun

           4) Cing Ato Berpuisi

           5) Menulis di Kala Sakit

           6) Belajar Fikih ( buku mata pelajaran)

        4. Masih Dalam ide

            1) Menyongsong Pendidikan Abad 21

            2) Menjadi Guru yang dirindukan

            3) Mengubah PTK menjadi Buku

            4) Mengubah Tesis Menjadi buku

            5) dll

Medsos

       1.  Instragram ( @Suharto. cingato.cing)

       2. Facebook.   ( @ Suharto.cingato.cing)

       3. Blog              (Suharto13bolgspot.com) 

                                 (Suharto69blogspot.com)

       4. Aktif di website YPTD

    Motto Hidup

          "Belajar, belajar, dan belajar"


B. MATERI

"Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar"

(Al-Baqarah Ayat 155)

Nabi Shollahu alaihi wasalam bersabda: "Jika Allah mencintai seseorang hamba, maka dia akan mencobanya dengan cobaan yang tidak ada obatnya. Jika dia sabar, maka Allah memilihnya dan jika dia ridho, maka Allah menjadikannya pilihan."

Ayat Al Qur'an dan Hadits diatas adalah bukti kebesaran dari haru biru, taman indahnya ilmu pengalaman hidup dari Narasumber. Sebagai seorang guru, Cing Ato mempunyai kebiasaan membaca dan ini merupakan kegemarannya. Begitu mencintai buku, hingga timbul keinginan untuk membuat buku. Dengan melihat media sosial , membeli buku-buku tentang tulis menulis, Facebook beliau menemukan pelatihan menulis KSGN di wisma UNJ. Di sinilah beliau mengenal  pak Namin, Om Jay, Om Dedi, dan lainnya hingga beliau sering ikut kegiatan beliau dalam menulis. Dari sini beliau sedikit banyak mengetahui cara menulis, terutama apa yang disampaikan oleh Om Jay." Tulis apa yang ada disekitar kita, tulis yang sederhana dahulu, tulis yang kamu bisa dan kuasai, serta mulailah menulis apa yang kamu alami dan rasakan" itulah sepenggal kalimat yang beliau pahami sampai sekarang. Ada kalimat inspiratif yang menjadi kartu nama beliau"Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi" yang memotivasi  untuk selalu menulis. Dan mulailah lahir buku antologi pertama " Bukan Guru Biasa" 2016. 

beliaupun pun berguru lagi dengan group Media Guru, dari sana menerbitkan buku perdana solo"Mengejar Azan" buku cerita tentang perjalanan menuntut ilmu. Dasar ilmunya dari Om Jay lalu dipoles oleh media guru. 

        Dua tahun yang lalu, Cing Ato terserang sakit GBS (kelumpuhan yang menyerang seluruh tubuh). dimulai terkena Flu, demam, kurang tidur dan menggigil. Beliau tidak bisa terkena AC. "  menjadi iman di Mussolah yang ber-AC, di sekolah juga ber-AC, dua minggu sebelum sakit belia ke gunung Bromo yang dingin sekali.  Dan juga kebiasaan beliau yang belajar malam dari jam 10 sampai jam 12 dan jam 04.00 bangun. Ketika itu di bawa kerumah sakit, pertama kali menyerang, diagnosa awal adalah stroke. Lalu oleh Istri beliau dibawa kerumah sakit PON yang memang menangani syaraf. Ketika diperiksa dokter menyatakan ini bukan struke. Tapi penyakit langka yang menyerang syarap tepi dan keseluruhan tubuhnya akan melemah. Dan jika terlambat diatasi bisa gawat. Dan sang istri membawa ke RSCM yang ada pengobatan itu. Dan biayanya mahal, ada dua alternatif pengobatan, yang pertama obat suntik yang harganya Rp. 120 juta satu kali suntik dan yang kedua pengobatan cuci plasma. Maka oleh istri beliau mengambil pengobatan cuci plasma di RSCM. Semalam dirumah sakit tiba-tiba semua anggota tubuh tidak ada yang bergerak lagi. Sampai berbicarapun tidak bisa. Ditetesi air minum di mulut pun tidak bisa. Yang bisa bergerak hanya mata dan kepala. Semua anggota tubuh tidak bisa bergerak, jaripun tidak bisa bergerak. Dirumah Sakit, satu bulan setengah diruang ICU, tidak ada perubahan. Akhirnya operasi kecil untuk pernapasan, dengan ventilator. Ventilator itu adalah alat yang mahal dan langka. Di ICU itu dirawat tiga minggu lebih, tapi tidak ada perubahan. Akhirnya dibawa ke ruang HCU (ruang variatif) ruang perawatan hanya ada pasien, perawat dengan 7 dokter. mulai psikiater,  dokter syaraf, kulit, paru, THT, akupuntur, penyakit dalam. Tiga bulan lebih di HCU tidak ada perubahan. Karena dibiayai BPJS dan sudah limit. oleh dokter disarankan dirawat dirumah. Sang istri kaget karena melihat kondisi suaminya yang kritis dan lemah tapi disuruh bawa pulang dengan menyewa alat ventilator dengan biaya sewa 1 juta perhari. Akhirnya ibu menemui manajeman untuk mencari solusi. "Kalau memang menurut medis suami saya tidak bisa lepas ventilator, karena 80% napas tergantung ventilator. "kita serah kan kepada Allah yang maha kuasa, maha tahu" Kata istri Cing Ato.  keajaiban datang tiba-tiba ventilator rusak dan dipasang oksigen. Dan dirumah juga masih memakai oksigen selama 4 bulan. Dan mendatangkan juga tiga perawat untuk terapis, dua bulan bisa bergeraksedikit, dua bulan tangan bisa naik, dua bulan kemudian tangan bisa menyentuh  dahi. Akhirnya kedua tangan lancar bergerak. Kemudian bisa berbicara ketika dikunjungi anak yang hafiz Qur'an dan menulis buku juga motivasi dari anaknya yang minta dibuatkan buku motivasi dari ayahnya. Mulai menulis di (Note) FB, di simpan sebelum di share, menulis di Blog dan akhirnya jadi buku.  Ketika jari beliau sudah bisa menulis, beliau menulis dua buku menggunakan HP sambil tiduran, yaitu buku "GBS Menyerangku" dan "Menuju Pribadi Unggul".  Beliau menulis setiap ba'da subuh. MasyaAllah menulis dalam keadaan sakit. 

Narasumber menceritakan pengalamannya dalam Menulis dikala Sakit, diawali dengan menulis buku 

Menulis ketika menunggu panggilan dokter

menulis ketika diterapi

Inilah karya tulis sederhana saya.

Sebelum sakit

1. Mengejar Azan (2018)

Setelah sakit

2. GBS Menyerangku (2020)

3. Menuju Pribadi Unggul (2020)

4. Belajar Tak Bertepi (2021)

5. Kisah inspiratif Seni Mendidik Diri (2021)

6.Aisyeh Menunggu Cinte (2021)

7. Menepis Kesulitan Belajar (2021)

Masih dalam proses

1. Kado Spesial Sang Bintang

2. Lentera Ramadan

3. Cing Ato Berpantun

4. Cing Ato Berpuisi

5. Menulis di Kala Sakit

Masih dalam ide

1. Menyongsong pendidikan abad 21

2. Guru Berkharisma

3. Belajar Fikih ( buku pelajaran)

C. TANYA JAWAB

P1 

Assalamualaikum Cing Ato. 

Saya Widya dari Malang. 

Membaca pengalaman Cing Ato sungguh luar biasa. Baru kali ini saya mendengar cerita inspirasi yang membuat hati saya berkedut, air mata menetes tanpa terasa. Seolah tetesannya menyaingi hujan gerinis dikota Malang. 

Ya Allah menangis hati saya. 😭😭😭😭

1. Cing, apa motivasi terkuat Cing Ato untuk menulis saat itu. 

Karena saat sakit tentu perasaan depresi yang banyak melingkupi kita 

Bagaimana caranya memompa semangat ketika cing Ato down atau merasa kesakitan. 

(Saya malu dengan diri ini. Sehat tapi malas menulis 😭😭😭 seolah saya dicambuk dengan cerita cing) 

2. Bagaimana sekarang kondisi kesehatan Cing Ato 

Saya doakan Cing Ato semoga selalu sehat. Dan selalu memotivasi dan mberi manfaat untuk sesama.

Jawaban 1

Terima kasih bunda Widya dari Malang.

1. Ketika saya sehat saya sering ceramah dan khutbah baik di madrasah atau di masyarakat. Maka, ketika sakit saya berpikir apa ya kira-kira yang bisa saya lakukan dan ada manfaatnya untuk orang banyak. Akhirnya, saya menulis tentang karakter manusia. Maka, tulisan saya isinya motivasi bagaimana menjalankan hidup semestinya.

2. Setidaknya jika saya menulis tentang kebaikan, pasti Allah pun tidak tinggal diam.

3. Agar tulisan-tulisan saya bisa dinikmati oleh keturunan saya, setidaknya bisa memotivasi generasi selanjutnya.

 P2 

Salam.. saya Mulyanita dari Bekasi. Cing ato kalau boleh tau cing ato sakit apa?

Satu lagi pertanyaannya cing ato, di awal cing ato bilang menulis di blog dan Facebook, adakah kekhawatiran cing ato Kalau tulisan itu akan dicuri oleh orang lain? 

Terima kasih, sehat selalu Cing Ato🌸

Terima kasih bunda Mulyanita dari Bekasi.

Saya sakit GBS  kelumpuhan syaraf. Seluruh syaraf saya tidak berpungsi. Sampai nafas pun tidak bisa.

Saya berkaca pada para ulama. Adakah mereka hawatir tulisannya dicuri orang. Justru dia bahagia tulisannya bisa sampai ke orang banyak. 

Nulis itu niatkan lillah... dan semua milik Allah. 

Saya tidak khawatir... karena tujuan saya menebarkan kebaikan....

Apalagi kata-kata yang saya susun juga dari orang lain.

P5 

Assalamu'alaikum ww. Saya suyatinah dari yogya.

Semoga Cing Ato segera pulih seperti sediakala. Aamiin

Cing, tantangan untuk bisa menghasilkan buku setelah 20 pertemuan sangat menantang,apalagi tantangan dari prof. Ekoji. Namun kadang ragu dengan kemampuan saya, harus banyak referensi yang dibaca, sementara kerjaan seolah gak habis2...

Gimana Cing Ato mampu memompa semangat sampai bisa menghasilkan banyak karya?

Terimakasih Cing

Jawaban 5

Waalaikum salam, bunda Sutinah.

Bunda setiap kita punya genre masing-masing. Tulis saja dahulu yang kita bisa dan kuasai. Itu saja dahulu. Saya terus terang saja dahulu menyusun kalimat saja tidak bisa. Maka itu, saya awali menulis dengan menulis apa yang pernah dialami. Itu lebih mudah. Tujuan salah pertama belajar menulis dengan bahasa yang saya bisa. Nanti jika tulisan kita sudah bagus baru masuk ke tahap berikutnya.

Ya, memang terkadang kita ciut duluan sebelum berbuat. Banyak itu saya temui di antara teman. Saya kasih masukan sekarang malah tulisan beliau lebih bagus..  

Bersyukur kita punya prof Eko yg peduli dengan guru.... tentunya kalau ingin berkolaborasi dengan beliau ya, kita sudah siap lahir batin. Jangan setengah-setengah....

Jadi bunda kasih waktu untuk menulis, jangan nunggu waktu kosong baru menulis.

Semua orang juga sibuk, tapi mereka yang sukses mereka yang pandai membagi waktu dan menggunakan dg sebaik-baiknya 

D. PENUTUP

Menulis itu sebuah keterampilan, tak ubahnya seperti keterampilan pada umumnya. Agar menjadi terampil dibutuhkan latihan terus-menerus. Begitu juga dengan menulis.

Ada beberapa kalimat motivasi yang didapatka dari Cing Ato, yaitu :

TIDAK ADA YANG TIDAK BISA

TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN

KETERBATASAN JANGAN DIKELUHKAN, TAPI CARI KELEBIHAN KITA

KESUKSESAN MILIK ORANG YANG MAU BERUSAHA

        Belajar bersama Cing Ato malam ini, membuat kita banyak dan harus bersukur dengan nikmat sehat dan dengan kesehatan yang mahal ini kita harusnya bisa lebih banyak berkarya. Musibah bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Semua adalah kehendak Sang Kuasa. Adakalanya musibah datang tidak terduga, untuk itu kita sebagai orang yang beriman harus siap dan kuat dalam menghadapi cobaan dalam hidup. Ketika tertimpa musibah kita tentu membutuhkan energi positif yang membantu tetap kuat, sabar, tabah dan bersukur. Karena perasaan mengeluh, sedih dan putus asa saat ditimpa musibah justru membuat pikiran kita down. Tapi narasumber kita memberikan pelajaran hidup dengan penyakit yang diderita, beliau mampu memberikan energi positif pada orang sekitar untuk lebih berkarya dalam menulis. Terima kasih tak terhingga pada Om Jay dan team hebat yang mempertemukan kami peserta penulis pemula dengan orang-orang hebat dan ikhlas berbagi. Begitu Luas nya lautan ilmu, dengan bersebarnya para cendikiawan di dunia literasi digital tampa batas. Terima kasih untuk Bapak Suharto, S. Ag, M. Pd semoga Allah memberikan kesehatan paripurna, salam hormat untuk ibu dan keluarga. terima kasih juga pada ibu Sahima Abdi Putri yang sudah membersamai kami. 

Sabar, Sukur, Sukses



Salam literasi

Rohaina Yusman










Komentar

  1. Subhaanallah
    Resume yang luar biasa bunda
    Mantul

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya ini resume yang luar biasa sulit bunda. Karena ada emosi Dan berurai air Mata, salam hormat untuk Cing AtoπŸ™

      Hapus
  2. Luar biasa materi Cing Ato. Nangis Saya. Malu sehat tapi tak semangat belajar, nulis dan ibadah. Moga kita semua bisa bersyukur atas nikmat Allah SWT. Aamiin.

    BalasHapus
  3. Barakallah untuk bunda rohaina dan cing ato

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KIAT MENULIS CERITA FIKSI

TRIK CEPAT MENULIS RESUME DI BLOG