PROOFREADING SEBELUM MENERBITKAN TULISAN
PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI
PERTEMUAN : 13
GELOMBANG : 22
HARI/TANGGAL : SENIN, 01 NOVEMBER 2021
NARASUMBER : SUSANTO, S. Pd
MODERATOR : ROSMINIYATI
PENULIS : ROHAINA YUSMAN
1. PEMBUKAAN
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan berbahagia, dan senantiasa diberikan kemudahan dan kelancaran dalam mengikuti kegiatan belajar malam ini. Malam ini merupakan pertemuan ke-13 dari Pelatihan Belajar Menulis bersama PGRI yang di Prakarsai oleh Pak Wijaya Kusuma, atau sering disapa om Jay. Pelatihan materi ini dimoderatori oleh ibu Rosminiyati dengan Narasumber kita Bapak Susanto, S.Pd. atau bisa disapa Pak D menyampaikan materi “Proofreading sebelum Menerbitkan Tulisan”. " Agar mendapatkan keberkahan dan rida Allah, marilah kita buka kegiatan malam ini dengan mengucapkan basmalah." Moderator Membuka kuliah malam ini . Selanjutnya, marilah kita berdoa sejenak sesuai agama dan keyakinan masing-masing. Aamiin.
"Tak kenal maka tak sayang. Tak sayang maka tak cinta. Agar kita cinta kepada guru yang memberikan ilmu kepada kita, marilah kita berkenalan dulu dengan membaca sejenak biodata beliau." ujar Ibu Rosminiyati mengajak peserta membaca profil guru malam ini.
Nama lengkap : Susanto Nama Komunitas : Pak D Tempat, tanggal lahir : Gombong Kebumen, 29 Juni 1971 Jenis kelamin : Laki-Laki Pekerjaan : Guru Kelas SDN Mardiharjo, Kab. Musi Rawas, Prov. Sumatera Selatan Pendidikan : S1 Pend. Bhs. Indonesia, S1 Pend. Guru SD Alamat lengkap : Jalan Pesantren Dusun 2 Desa D. Tegalrejo, Kec. Tugumulyo, Kab. Musi Rawas, Sumatera Selatan Nomor HP/WA : 081373353014 Alamat blog pribadi : www.blogsusanto.com Akun media sosial : a. Facebook: https://www.facebook.com/Susantomusirawas/ b. Twitter: @antok_eni c. Instagram: @susanto_eni
Pak Susanto merupakan alumnus BMMWABO&PGRI G-15. Belajar Menulis melalui WA Bersama Omjay & PGRI Gelombang 15. Pada saat itu (Belajar di G-15) waktu itu belum ada materi Proofreading.
Beberapa buku karya teman yang Pak Susanto ikut di dalamnya sebagai editor di antaranya:
1. Kunci Sukses Menjadi Moderator Online (Aam Nurhasanah), Desember 2020.
2. Patidusa Pujangga Wiyata, Antologi Puisi Nusantara Bergema (Aam Nurhanasa, dkk), Januari 2021.
3. Bait-bait Kerinduan, Antologi Puisi Ungkapan Rasa Rindu (Rofiana, S.Pd., dkk), Maret 2021, Januari 2021.
4. Haru Biru Perjalananku, Catatan Perjalanan Tugas Kepala Sekolah Daerah Terpencil dan Satu Atap (“Ambu” Tini Sumartini), Maret 2021.
5. Merajut Goresan Tinta Berbuah Karya (Herni Sunarya Banah, S.Pd.), Maret 2021.
6. Purwakarya Literasi, antologi peserta Gel 18 (2021)
7. Membongkar Rahasia Menulis ala Guru Blogger (Bersama Bu Noralia Puspa Yunita dkk), Juli 2021.
Sebelum menyampaikan materi, adapun tujuan belajar Proofreading malam ini adalah :
Setelah membaca, menyimak, dan/atau menyaksikan video tentang proofreading dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia, peserta KulWap dapat:
1. Menjelaskan pengertian proofreading
2. Menjelaskan hal-hal yang menjadi objek proofreading
3. Melakukan proofreading menggunakan KBBI dan PUEBI Daring sebagai alatnya.
2. MATERI
A. Pengertian Proofreading
Proofreading atau kadang disebut dengan uji-baca adalah membaca ulang sebuah tulisan, tujuannya adalah untuk memeriksa apakah terdapat kesalahan dalam teks tersebut. Kesalahan yang dimaksud di sini termasuk kesalahan penggunaan tanda baca, ejaan, konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah, hingga pemenggalan kata. Perlu juga diketahui bahwa proofreading tidak sekadar menyoroti kesalahan tanda baca atau ejaan, tetapi juga logika dari sebuah tulisan, apakah sudah masuk di akal atau belum. Jadi, tugas seorang proofreader bukan hanya membetulkan ejaan atau tanda baca. Seorang proofreader juga harus bisa memastikan bahwa tulisan yang sedang ia uji-baca bisa diterima logika dan dipahami.
apakah sebuah kalimat efektif atau tidak, susunannya sudah tepat atau belum, substansi sebuah tulisan dapat dipahami oleh pembaca atau tidak.
Mengapa harus melakukan proofreading?
1. Proofreading oleh penulis
Proofreading adalah aktivitas memeriksa kesalahan dalam teks dengan cermat sebelum dipublikasikan atau dibagikan. Oleh karena itu, kegiatan ini sesungguhnya adalah kegiatan akhir setelah tulisan diselesaikan. Lakukan proofreading HANYA DAN HANYA JIKA tulisan sudah selesai, naskah buku sudah selesai. Para Guru Menulis, selalu menasihati: *"Tulis saja, jangan pedulikan teknis. Salah nggak papa mumpung ide masih mengalir. Jika sudah selesai, barulah kita lakukan editing."
Jika proofreading dilakukan oleh penulis, kapan melakukannya? Jika naskah sudah selesai, lakukan proofreading setelah naskah diendapkan beberapa saat. Terjemahan "saat" bisa hitungan jam atau hari. Agar dapat objektif.
2. Proofreading oleh "orang lain"
Jika proofrading dilakukan oleh penulis setelah naskah diendapkan, maka ketka melakukannya, ia bertindak sebagai "CALON PEMBACA".
Langkah Pertama
Merevisi draf awal teks, seringkali membuat perubahan signifikan pada konten dan memindahkan, menambahkan atau menghapus seluruh bagian.
Langkah Kedua
Merevisi penggunaan bahasa: kata, frasa dan kalimat serta susunan paragraf untuk meningkatkan aliran teks.
Langkah Ketiga
Memoles kalimat untuk memastikan tata bahasa yang benar, sintaks yang jelas, dan konsistensi gaya. Memperbaiki kalimat kalimat yang ambigu.
Yang keempat
1. Cek ejaan. Ejaan ini merujuk ke KBBI & PUEBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit
2. Pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI
3. Konsistensi nama dan ketentuannya
4. Perhatikan judul bab dan penomorannya
Di atas berlaku untuk semua naskah. Termasuk naskah tulisan di BLOG.
Jika Anda seorang blogger (dulu belum, mungkin) setelah ikut pelatihan di kelas ini, Anda adalag bloger karena resume dipublikasikan di blog. Hindari kesalahan yang tidak perlu misalnya typo atau kesalahan penulisan kata dan penyingkatan kata. Sedikit bahkan tidak adanya kesalahan penulisan (typo) akan membuat pembaca nyaman.
Kesalahan lain misalnya, memberi spasi (jarak) kata dan tanda koma, tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya. Tanda-tanda baca tersebut tidak boleh diketik terpisah dari kata yang mengikutinya. Untuk ini, penulis mestilah menguasai EYD (sekarang PUEBI) dan kata-kata baku di KBBI.
Cara mudah melakukan proofreading terutama pada ejaan pada Blog :
1. Setelah tulisan di blog selesai, buka jendela draft, dan buka juga jendela pratinjau.
2. Baca tulisan pada jendela pratinjau, Jika ada kesalahan penulisa, blok kata yang salah lalu di copy
3. Setelah itu buka jendela draft, tekan tombol CTRL + F
4. Tempelkan salinan tadi di kolom pencarian CTRL + V
5. Akan muncul highlight tulisan, kita lakukan perbaikan, setelah itu klik tombol simpan atau CTRL + S
6. Buka jendela pratinjau, kemudian refresh atau tekan tombol F5
Pak D menggunakan Wordpress dengan mode penulisan Classik.
3.SESI TANYA JAWAB
Akhirnya Materi selesai disajikan, peserta diberikan waktu bertanya kepada Narasumber tentang materi. Tentu saja penulis mencoba menyimpulkan beberapa pertanyaan tersebut. Lama waktu yang diperlukan untuk melakukan Proofeading dalam satu buku serta bagaimana kita dapat mengetahui bahwa hasil Proofeading yang telah kita lakukan itu sudah baik atau sempurna adalah Waktu relatif. Belajar dari pengalaman, perlu waktu “beberapa hari” untuk membaca naskah secara utuh. Mengulangi membaca dan menandai kesalahan. Membaca lagi disertai perbaikan tulisan, ini memakan waktu “beberapa hari”. Diamkan setidaknya dua atau 3 hari. Lalu priksa kembali, dan naskah dikembalikan kepada penulis, untuk diperiksa kembali. Periksa tulisan sendiri, wkatunya tergantung penulis, semakin teliti tentu semakin lama.
Strategi agar Hasil hasil Proofeading menarik:
1. Tulisan sesuai dengan tema yang dibahas, mengandung unsur yang diperlukan, SIDAMBA terjawab: SIapa, Di mana, Apa, Mengapa, Bagaimana, dan Kapan terpenuhi sesuai tema.
2. Struktur kalimat yang digunakan baik dan benar S-P-O-K nya. Apakah kalimat tunggal atau kalimat majemuk. Jika kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat, tulis dengan struktur yang baik dan benar.
3. Upayakan tidak ada kesalahan ejaan/penulisan/pemenggalan kata
4. Pilihan kata bagus, kata baku yang digunakan sesuai KBBI
Agar bisa diterima logika? Substansi tulisannya harus rasional, wajar.
Adapun perbedaan Proofeading dan editing adalah editing lebih fokus pada aspek kebahasaan, sedangkan proofreading selain aspek kebahasaan, juga harus memperhatikan isi atau substansi dari sebuah tulisan. Jadi, proofreading tidak sekadar menyoroti kesalahan tanda baca atau ejaan, tetapi juga logika dari sebuah tulisan, apakah sudah masuk di akal atau belum.
Contoh sederhana proofreading:
Teks asli
Membuat cerita fiksi memang sedikit berbeda dengan cerita non fiksi. Tetapi cerita non fiksi dapat disampaikan dengan gaya cerita fiksi agar lebih menarik. Tentu sepanjang tidak bertentangan dengan aturan penulisan karya non fiksi yang telah ditentukan, seperti makalah ilmiah, laporan penelitian, dan sejenisnya.
Teks Perbaikan
Membuat cerita fiksi memang sedikit berbeda dengan cerita nonfiksi. Tetapi, cerita nonfiksi dapat disampaikan dengan gaya cerita fiksi agar lebih menarik. Tentu sepanjang tidak bertentangan dengan aturan penulisan karya nonfiksi yang telah ditentukan, seperti makalah ilmiah, laporan penelitian, dan sejenisnya.
Coba dirasakan ...! dapat kah pembaca merasakan perbedaan dari kedua teks diatas?
4. PENUTUP
Proofreading adalah materi yang baru bari penulis. Alhamdulillah malam ini sangat menambah wawasan pengetahuan penulis dalam dunia literasi. Sungguh sangat mengesankan pesan penutup dari Pak Susanto :
"Kuman di seberang lautan tampak, Gajah di pelupuk mata tidak tampak. Juga teringat ketika teman-teman nonton bola di tribun atau di televisi. "
"Bapak sebagai penulis adalah pemain bola yang menggiring bola ke gawang lawan. Kadang tidak tahu di depan ada pemain yang hendak menjegal. Kami penonton di kejauhan tahu benar ke mana bola harus ditendang." Demikian pula menulis, jadi perlu orang lain untuk ikut membaca tulisan kita. Kita tidak mungkin menguasai segalanya, hanya orang-orang tertentu yang ditakdirkan memiliki kompetensi: penulis, proofreader, editor, sekaligus.
Luar biasa sebagai guru kita tidak bisa lepas dari menulis, membaca dan mengevaluasi setiap pembelajaran yang kita sampaikan. Kepala sekolah sebagai supervisor akan melakukan supervisi ketika guru melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar yang bertujuan untuk membantu guru dalam membuat perencanaan pembelajaran, memilih pendekatan, metode dan bahan ajar yang akan disampaikan kepada peserta didik. Sehingga Materi yang disampaikan kepada peserta didik dapat mudah dipahami. Begitu juga Proofreading akan membantu penulis dalam meminimalisir kesalahan-kesalahn yang terjadi pada penulisan. Sehingga tulisan dapat tersusun dengan kalimat yang mudah dicerna dan bisa dipahami oleh pembaca dari semua kalangan. Pesan yang ingin disampaikan penulis dapat diterima oleh pembaca.
Sungguh indah dan beraneka dunia literasi. Semangat. Semakin banyak belajar semakin banyak rasa ingin tahu. Terima kasih tak terhingga pada Om Jay, Narasumber malam ini Pak Susanto, Moderator Ibu Rosminiyati dan bapak/ibu hebat . . . .
Salam literasi . . .
Padat terpercaya bun
BalasHapusTerima kasih bunda🙏
Hapus