TEKNIK PROMOSI BUKU
PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI
PERTEMUAN KE-28, GELOMBANG 22
HARI/TANGGAL ; SENIN/06 DESEMBER 2021
NARASUMBER : AKBAR ZAINUDIN
MODERATOR : DAIL MA'RUF
PENULIS : ROHAINA YUSMAN
A. PEMBUKAAN
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Para peserta yang hebat dan luar biasa, Saya mengucapkan terima kasih kepada Om Jay dan panitia yang sudah berkenan mengundang saya untuk belajar bersama Bapak Ibu tentang straregi promosi buku. Terima kasih juga untuk Moderator yang luar biasa.
Mohon izin Saya memperkenalkan diri, nama saya Akbar Zainudin, penulis buku Man Jadda Wajada. Boleh dibilang, ini adalah buku solo saya yang pertama. Sebelumnya menulis beberapa buku antologi. Alhamdulillah, buku ini baru cetakan ke-13, beredar 55.000 eksemplar. Setelah Man Jadda Wajada, saya menulis 15 buku dari tahun 2010 sampai sekarang.
Buku saya tentang menulis adalah UKTUB; Panduan Menulis Buku dalam 180 hari. Ini buku panduan menulis dari A sampai Z. Saya sarankan Bapak Ibu untuk memiliki buku ini, karena ada 150an alamat penerbit yang bisa dikirimi naskah, anggota IKAPI.
Selain itu, buku terbaru saya adalah The Power of Man Jadda Wajada. Semacam penyempurnaan dari Man Jadda Wajada seri pertama.
Saya akan share malam ini tentang "Strategi Pemasaran Buku", yang saya ambil dari buku saya UKTUB: Panduan Menulis buku dalam 180 hari." Kata pak Akbar mengawali materi malam ini. Malam ini adalah pertemuan ke-28 dari 30 pertemuan Pelatihan Belajar Menulis bersama PGRI. Materi ini sangat menarik karena penulis tidak hanya dituntut untuk menulis tetapi juga diharapkan membantu proses pemasaran buku. Agar tentu saja harapannya bukunya laku. Dengan banyak buku yang laku maka makin banyak orang yang mendapatkan manfaat dari buku kita. Jangan ragu untuk jualan buku karena kita yakin apa yang mereka keluarkan untuk buku itu manfaatnya akan lebih besar dibandingkan dengan apa yang mereka keluarkan. Karya-karya Pak Akbar Zainudin:
YouTube: Akbar Zainudin
IG: @akbarzainudin
Twitter: @akbarzainudin
FB: AkbarZainudinMJW
WA: 0857-1195-6118
Jika kita membicarakan tentang pemasaran buku, ada empat strategi pemasaran, yaitu:
Strategi pemasaran, termasuk buku terdiri dari empat hal, yang biasa disebut sebagai 4P, yaitu Product (Strategi Produk), Price (Strategi Harga), Place of Distribution (Distribusi), dan Promotion (Promosi).
Sebelum kita bahas empat strategi di atas, yang perlu kita lakukan bahkan sebelum menulis adalah menentukan target audiens atau pembaca kita siapa. Karena strategi untuk anak-anak tentu saja berbeda dengan strategi untuk remaja, demikian juga untuk orang tua.
- STRATEGI PRODUK.
Ini sebenarnya lebih banyak menjadi tanggung jawab penerbit. Kita sebagai penulis lebih banyak memberikan masukan kepada penerbit siapa target pembaca kita dana pa kebutuhan mereka terhadap buku kita.
Dengan demikian, konsep buku yang akan diterbitkan nanti menyesuaikan dengan kebutuhan dari target audiens.
- STRATEGI HARGA.
Menentukan harga buku juga biasanya menjadi tanggung jawab penerbit. Pada dasarnya penentuan harga buku, ada dua strategi. Pertama, adalah harga buku secara umum. Dan Kedua adalah buku dijual dengan harga premium (lebih mahal dibandingkan buku biasa).
Harga buku bisa dijual lebih mahal jika mempunyai nilai tambah dibandingkan dengan buku-buku yang lain. Misalnya hard cover, ditambah bonus-bonus (voucher seminar, workshop, dan lain-lain)
- STRATEGI DISTRIBUSI
Distribusi secara umum dibagi menjadi dua: distribusi tradisional dan distribusi non tradisional. Distribusi tradisional adalah melalui toko-toko buku, baik toko-toko buku jaringan nasional maupun toko buku lokal.
Sedangkan distribusi non tradisional, di antaranya adalah:
1. Melalui MLM (Multilevel Marketing)
2. Melalui Penjualan Langsung
3. Melalui Marketplace/e-Commerce (Lazada, Bukalapak, Tokopedia, Shopee, dll).
STRATEGI PROMOSI
Program promosi bisa dilakukan oleh penerbit maupun penulis. Beberapa program promosi yang bisa dilakukan.
Pertama, Launching buku. Adalah program untuk meluncurkan buku baru. Bisa di aula, masjid, lembaga pendidikan, hotel, di mana saja. Yang mengadakan bisa penerbit maupun penulis. Yang membiayai launching buku siapa? Bisa penerbit, bisa penulis. Kita perlu meyakinkan penerbit kalau buku kita akan laku, karena itulah mereka perlu menyelenggarakan program launching buku.
Kalau di Gramedia, di toko-toko buku mereka ada tempat untuk launching buku. Kita bisa memanfaatkan tempat ini. Jadi kita promosikan acaranya, tempatnya di toko buku Gramedia.
Kedua, Bedah Buku. Bedah buku adalah acara diskusi untuk membedah isi buku kita. Bedah buku ini bisa secara online maupun offline. Offline artinya kita menyelenggarakan bisa bekerjasama dengan berbagai lembaga. Lembaga pendidikan, perpustakaan, majlis taklim, masjid, dan sebagainya.
Pokoknya, di semua tempat dan situasi yang memungkinkan, kita tawarkan bedah buku. Berapapun yang hadir, kita selenggarakan terus menerus. Apalagi sekarang ini eranya digital. Bukan berapa orang yang hadir yang penting, tetapi direkam lalu diupload di Medsos acara kita. InsyaAllah akan semakin membuat orang mengenal kita.
Yang lebih mudah sekarang ini adalah bedah buku secara online. Kita undang orang-orang untuk ikut acara bedah buku bersama kita. Bisa di FB, IG, WA Grup, Zoom, dan sebagainya.
Ketiga, melakukan seminar ataupun workshop sesuai dengan tema buku kita. Kalau saya bukunya motivasi dan menulis. Maka saya secara berkala menyelenggarakan seminar dan diklat terkait motivasi dan menulis.
Seminar atau workshop ini, pertama-tama bolehlah dilakukan gratis. Karena target kita adalah mengenalkan buku kepada para peserta. Lakukan secara kontinyu, misalnya sebulan sekali. Kalau misalnya bisa offline, laksanakan di sekolah misalnya. Kalau tidak bisa offline, lakukan secara online. Bisa via WA, Zoom, FB, IG, dan sebagainya.
Keempat, membangun komunitas. Komunitas yang kita bangun adalah komunitas yang kita sesuaikan dengan tema buku kita. Kalau buku kita temanya motivasi, maka kita tuliskan buku-buku tentang motivasi. Buku tentang guru, maka bangun komunitas guru. Buku tentang menulis, bangun komunitas menulis. Buku tentang Ice Breaking, bangun komunitas Ice Breaking. Buku tentang bahasa, bangun komunitas bahasa.
Komunitas membuat kita lebih dekat dengan pembaca sehingga memudahkan kita untuk menawarkan mereka dalam membeli buku.
Saya sendiri membangun banyak komunitas, ada komunitas guru, menulis, santri, remaja, bisnis, dan sebagainya. Semua komunitas itu ada bukunya. Saya share materi-materi yang ada di buku secara berkala, biasanya seminggu sekali, sehingga anggota komunitasi ini mendapatkan manfaat. Biasanya saya bentuk di WA Grup.
Sesekali seminar melalui Zoom.
Kelima, membangun jaringan reseller. Reseller adalah orang-orang yang mau menjualkan buku kita dan mendapatkan buku dari hasil yang terjual. Kita berikan 20-30 persen komisi dari harga jual. Misalnya harga jual buku kita Rp 100.000, kita kasih 20-30%, kita berikan materi-materi yang terkait buku kita, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk menjual.
Dewa Eka Prayoga, berhasil menjual 10.000 buku hanya dalam waktu 2 minggu melalui reseller ini. Tentu resellernya saja puluhan ribu, berbagai produk. Kalau kita sudah punya jaringan reseller, akan memudahkan kita menjual buku.
Saya juga sedang membangun jaringan reseller ini. Belum banyak, baru sekitar 100an orang. InsyaAllah akan terus bertambah.
Keenam, jualan di marketplace. Buka toko di marketplace (Lazada, Shopee, Bukalapak, Tokopedia, dan sebagainya). Membuka toko di marketplace akan meluaskan promosi dan distribusi kita.
Yang penting keberadaan kita dan buku kita ada. Itulah pentingnya ada di marketplace. Jadi kalau ada orang mencari judul buku kita, bisa ditemukan.
Ketujuh, memanfaatkan media sosial (Medsos) untuk promosi buku. Manfaatkan sebaik-baiknya followers dan subscriber dengan memberikan informasi tentang buku. Setiap hari, kita buat status terkait tema buku yang kita tulis, sehingga orang semakin paham dengan buku yang kita tulis.
Dan jangan setiap hari isinya jualan. Lebih banyak sharing-sharing, baru selling. Lebih banyak memberikan pengetahuan kepada para pembaca sehingga mereka merasa ada manfaat menjadi followers kita.
Sharing-sharing apa saja, kalau perlu sesuai dengan kebutuhan mereka. Sehingga setiap hari, semakin lama akan semakin ada ikatan dengan pembaca. Kalau sudah begitu, akan memudahkan kita dalam proses memengaruhi pikiran orang dalam membeli buku.
Jadi, pada dasarnya kita ini memengaruhi orang agar mereka mau menjadikan buku sebagai kebutuhan utama. Dan memang, membaca akan banyak membuka wawasan, pengetahuan, dan pilihan dalam mengambil keputusan.
Dengan bersama-sama membangun kebutuhan akan membaca, maka akan memudahkan kita dalam proses menjual buku.
C. TANYA JAWAB
Pertanyaan 1 :
Assalamualaikum warahmatullahi wabaraokatuh
Ssemoga sehat dan sukses ,pak Akbar zaenudin , serta p Dail juga selalu sehat dan sukses iya pertanyaan ,
1,apakah louncingnya bisa di sekolah_ sekolah ?. bagaimana caranya ?
2, awalanya pak Akbar menulis buku judul apa ?
Terima kasih pak
Dari p Rusmana SMKN 5 jakarta
Jawaban 1
- Yang bisa kita lakukan dimana saja, jika kita di sekolah disekolah. ini akan menjadi kegiatan sekolah. Kalau di masji ya di masjid, Di toko buku dan dimana saja, sesuai akses yang kita punya. diskusi dengan pengurus untuk louncing buku dan akan menjadi kegiatan bagi lembaganya. Sekarang louncing bisa juga di WAG. ini merupakan kesempatan untuk mengnalkan buku kita
- Pak Akbar pertama kali menulis buku diterbitkan oleh penerbit besar adalah novel Manjadda wa jadda, sebelumnya pas sandri belum menulis, pas pengadian menulis buku tapi diterbitkan penerbit lokal, lalu kemudian banyak menulis artikel, lalu beliau menulis buku karena buku akan selalu ada, dan lengkap saran temannya. Akhirnya menulis buku Manjada wajadda, setelah ditulis pak Akbar akhirnya mengirimkan ke penerbit Gramedia dan diterima oleh masyarakat, padahal itu adalah buku pertama Pak Akbar.
Pertanyaan 2.
Assalamualaikum bapak, saya Susan Anggraini dari pangkalpinang mau bertanya,
1. bagaimana kalau buku pertama kita mengenai kumpulan artikel belajar menulis ini,
2. kepada siapa target kita menurut bapak?
3. Dan apakah buku antalogi karya bersama itu bisa dijual di kalangan masyarakat?
Terima kasih atas jawabannya pak
Jawaban 2
- Setiap tulisan boleh saja, kemudian kemana target kita dan akan dipasakan kemana. mungkin targetnya guru atau pendidik
- Seberapa banyak orang butuh buku ini.
- Bisa, tapi harus menjawab kebutuhan pasar
Pertanyaan 3 :
Assalamualaikum pak Akbar.
Perkenalkan saya Widya.
Membaca sharing pengalaman Bapak yang luar biasa membuat saya tertegun dan bertanya-tanya bisa cetakan buku Bapak tembus hingga ribuan. Masyaallah luar biasa..👏🏻👏🏻👏🏻
Yang saya tanyakan pak.
Jika penulis yamg sudah terkenal mudah sekali promosi buku mereka. Tidak perlu proses berpanjang lebar pasti laku. Karena memang sudah memiliki pasar.
Bagaimana dengan pemula. Kita tidak pernah mengalami proses launching buku jika ada itupun terbatas teman sendiri, kita jika tidak mungkin mengadakan seminar bedah buku, promosi di Gramedia apa lagi. Promo di medsos juga jarang mendapat tanggapan.
Pertanyaan saya:
✅Teknis yang paling bisa kami jangkau sebagai penulis pemula apa ya pak. Sederhana tapi mengena.
✅Yang kedua teknis berjualan di market place itu bagaimana ya pak?
✅Yang ketiga bagaimana jika karya kita, dipasarkan di wattpad apakah ada prospeknya untuk saat ini.
Maturnuwun pak. Salam sukses selalu.
Jawaban 3
- Bekerjalah lebih keras, dan apa yang bisa kita lakukan sekarang kerjakan sekarang.
- Pemasaran melalui Marketplace/e-Commerce (Lazada, Bukalapak, Tokopedia, Shopee, dll) pertama mendaftar menjadi member, kemudian menjual, uploud potonya, dan promosi di mana-mana di Fb, IG dan sebagainya. Sehingga orang tau tentang buku kita.
- Bisa, bagus tapi masih panjang. karena belum banyak yang melirik buku digital. Ini adalah promosi jaka panjang. Tapi lebih banyak peminat buku cetak.
Pertanyaan 4
Assalamu'alaikum..
Pak Akbar salam kenal, saya Mulyanita dari Bekasi. Izin bertanya,
1. di awal bapak menuliskan buku manjadda wajada apakah sempat terpikirkan bahwa buku ini akan best seller hingga dibuatkan film?
2. Bagaimana cerita dibalik pembuatan buku tsb?
Terima kasih.. semoga ini memotivasi kami yg masih mencoba meraba di dunia penulisan
Jawaban 4
- Ketika buku terbit dipenerbit besar sudah senang.
- Menulis di Blog, membuat kerangka buku, yang bisa masuk dimasukkan dalam kerangka sesuai ide. Target alumni pesantren, kaum muslimin, dan orang-orang pendidikan .
P 6 :
Assalaamu ‘Alaikum Warahmatullahii Wabarakaatuh
Nama Saya Arham Asal Donggala Sulawesi Tengah,
Menyimak materi yang disampaikan narsum bahwa dalam Strategi pemasaran, termasuk buku terdiri dari empat hal, yang biasa disebut sebagai 4P, yaitu Price (Strategi Harga) dalam Menentukan harga buku juga biasanya menjadi tanggung jawab penerbit. Pada dasarnya penentuan harga buku, ada dua strategi. Pertama, adalah harga buku secara umum. Dan Kedua adalah buku dijual dengan harga premium (lebih mahal dibandingkan buku biasa), pertanyaan saya adalah :
1. apa yang menjadi keistimewaan dari harga buku yang sifatnya premium bila dibandingkan dengan harga buku biasa ? Terima kasih
Jawab 6
Buku yang disebut dengan buku Premium
- Buku itu unik, dicetaksangat khusus
- Buku Ekslusif, berwarna, jika pembaca membacanya bangga
- Buku ditulis oleh tokoh-tokoh terkenal
P7 :
Assalamu'alaikum Wr Wb. Perkenalkan Bapak saya IKSAN dari Kebumen. Ijin bertanya pak:
1. Ada rekomendasi grup khusus / komunitas khusus buat Jualan Buku pak yang sesuai dengan target pembaca usia remaja?
2. Semisal kalo kita promosi sebelum buku kita diterbitkan apakah efektif ya pak? Seperti kalau mau ada peluncuran film kan ada tuh, semacam trailernya. Bagaimana pendapat bapak?
Sekian dr saya Bapak. Terimakasih. Wassalamualaikum.
Mohon tipsnya atau jurus jitunya bu 🙏🙏🙏Terimakasih . Wassalamu'alaikum. Wr. Wb.
Jawab 7
- Lingkar Pena, Komunitas Untuk guru.
- Harus sebelum buku terbit, dimulai dari covernya di FB, IG
D. PENUTUP
Sebagai catatan penutup. Sekarang ini sebagai seorang penulis, kita kalau bisa memiliki beberapa keterampilan yang akan membantu proses penjualan buku.
Pertama, keterampilan berbicara yang baik di depan umum (public speaking). Agar pada saat kita ada acara ataupun rekaman di Medsos dan YouTube, menjadi menarik bagi calon pembaca.
Kedua, kemampuan copywriting (membuat kata menarik untuk promosi dan penjualan). Ini salah satu keterampilan paling penting untuk menjual pada Abad 21.
Ketiga, pemanfaatan teknologi informasi. Bagaimana memanfaatkan media sosial seperti YouTube, WA, IG, Facebook, Zoom, Webex, Google Meet, dan sebagainya. Karena eranya sekarang seperti itu. Kalau kita bisa memanfaatkan dengan baik, hidup akan lebih mudah.
Saya melakukan 7 strategi pemasaran buku di atas. Jadi, bukan hanya teori, tetapi semuanya sudah dilakukan. Lalu kalau ditanya mana yang paling mengena, setiap program kita mempunyai fungsi dan tujuan yang berbeda.
Update status di IG, FB, dan YouTube biasanya akan lebih banyak membuat orang tahu. Nah, transaksi terjadi di WA. Jadi, cara kita menjawab di WA juga sangat berpengaruh.
Yang juga penjualannya banyak adalah saat kita mengadakan acara, baik online maupun offline. Sehabis seminar, biasanya orang tertarik dengan apa yang kita bicarakan, lalu membeli buku kita.
Jadi, sebelum seminar saya selalu pikirkan program apa yang saya buat khusus buat seminar yang akan saya selenggarakan. Seperti malam ini, ada program untuk DIKLAT MENULIS, ada juga program untuk MENTORING menulis buku.
Kalau bagi saya, kita lakukan semua yang bisa kita lakukan. Tidak perlu malu, tidak perlu berkecil hati, terus disabari, karena suatu saat pasti akan berhasil.
Tugas kita bekerja, biarlah hasilnya kita serahkan kepada Tuhan. Tugas kita adalah membuat program sebanyak-banyaknya, melakukan promosi sebanyak-banyaknya, hasilnya biarlah menjadi wewenang Gusti Allah.
Kalau sudah begitu, kita mengerjakan apa saja dengan enak hati. Kalau ada yang menolak membeli buku kita, kita tidak sakit hati. Sudah capek ngomong, tidak ada yang beli, biasa saja. Hidup ini terus berjalan, dan kita lakoni dengan penuh semangat positif.
Yang penting jangan pernah berhenti berusaha. Kalau sudah berhenti berusaha, sudah pasti akan gagal. Kerja keras memang tidak menjamin kesuksesan, namun orang-orang yang sukses adalah orang-orang bekerja keras.
Bapak Ibu yang hebat,
Mulai malam ini, rasanya sudah saatnya berhenti kita menganggap diri kita tidak mampu, tidak bisa. Kita bisa kalau kita yakin bahwa kita bisa. Kita mampu kalau kita yakin bahwa kita mampu.
Berani saja mulai menulis. Keberanian memang tidak menjamin kesuksesan, tetapi percayalah hanya orang-orang berani yang akan sukses.
Menulis itu tentang keterampilan. Semakin rajin dilatih, semakin hebat tulisan kita. Berhenti ikut banyak seminar dan pelatihan kalau tidak pernah latihan. Buat apa?
Buat target, bikin rencana, jalankan, dan evaluasi. Buat rencana baru lagi, targetkan, evaluasi lagi. Begitu seterusnya. Gagal? Coba lagi. Gagal lagi? Coba lagi, lagi dan lagi. Sampai kapan? Sampai berhasil.
Demikian, terima kasih banyak untuk diskusi hebat malam.
Yang belum subscribe YouTube Channel saya, silakan SUBSCRIBE.
Yang belum beli bukunya, silakan beli.
Yang belum ikut program diklat dan mentoringnya, silakan ikut.
Semoga bermanfaat, mohon maaf sebesar-besarnya.
Sampai ketemu lagi di lain kesempatan.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar
Posting Komentar